Subaltern

O RANG-ORANG dewa yang malang: suara mereka perlu disimak, tapi sering kali dunia mendengarnya melalui per antara. miskin terkadang mirip dewa– Umumnya perantara merasa punya kewajiban mewakili mereka—dan tak jarang, merasa punya hak untuk itu. Pejabat publik. Anggota parlemen. Partai politik. Calon gubernur yang serius dan pura-pura serius. Pengisi yang rajin Twitter dan Facebook. LSM. Aktivis dengan rasa keadilan yang kuat atau hanya kadang-kadang kuat. Atau para kiai, padri, dan pendeta. Atau media—juga stasiun televisi yang dimiliki bisnis besar dengan komentatornya yang mengumumkan, ”Saya dulu pernah melarat.” Tapi tiap kali, kita sebenarnya berjumpa dengan pertanyaan ini: benarkah mereka berhak? Apa artinya ”mewakili”? Seberapa jauh dan dekatkah mereka dengan kaum miskin, yang selama ini tak berdaya, mereka yang berada di luar hitungan—kaum yang disebut (mengikuti Gramsci) ”subaltern”? Pada 1994 Gayatri Spivak menulis satu risalah yang judulnya menggugah dan persoalannya penting untuk dikaji, juga di hari ini: Can the Subaltern Speak?. Tulisan itu sulit dibaca. Yang bisa saya tangkap adalah teguran Spivak: kita perlu melihat lebih jauh yang terkandung dalam kata ”representasi”—kata yang lebih tajam ketimbang ”perwakilan”. Dalam kata ”perwakilan”, seperti dalam kata ”representasi”, memang tersirat ada sesuatu yang tak hadir namun beroleh penggantinya yang seakan-akan menghadirkan dia. Tapi kata ”representasi” tak hanya itu.

Spivak mengemukakan ada dua kata Jerman yang tercakup dalam kata ”representasi”: Vertretung dan Darstellung. Yang pertama berarti ”bicara atas nama” si X, sebagaimana partai politik, atau Negara, atau cendekiawan atau LSM berbicara atas nama si miskin. Yang kedua berarti penggambaran seperti dalam pentas—sebuah cerminan kenyataan dan juga sebuah kreasi. Darstellung bisa mempengaruhi yang Vertretung. Penderitaan, suka-duka, suara, dan kebisuan si miskin yang dipaparkan di sebuah panggung lengkap dengan dramaturginya dapat mendorong munculnya perwakilan politik bagi kaum papa itu.

Tapi bagaimanapun narasi dan dramaturgi itu memerlukan bentuk, dengan format yang pas, dengan tokoh-tokoh yang mengemuka. Pada akhirnya, kita akan mendapatkan penggambaran ”makro-logis”, yang mengabaikan karutmarut, liku-liku, nuansa, dan apa saja yang samar dan rinci. Pada saat yang sama, dari pementasan itu biasanya muncul para ”pahlawan”, para juru bicara atau pembela, yang lazimnya lebih besar, lebih seru, ketimbang para subaltern sendiri. Dan tak kurang dari itu, kaum miskin pun cenderung ditampilkan seperti satu identitas dengan hakikat yang sama dan tak berubah-ubah—sebuah pendekatan ”esensialis”. Kaum miskin hanya muncul sebagai bagian sebuah taksonomi. Saya kira Spivak tak berniat mengatakan bahwa kaum subaltern tak boleh diwakili. Pada umumnya kaum papa ini tak punya akses ke percakapan yang lebih luas dan diabaikan percaturan kekuasaan para elite. Maka kaum subaltern perlu disiapkan, dididik, buat mengartikulasikan hasrat dan kepentingan mereka sendiri. Namun persoalannya kembali: siapa yang akan mendidik? Pemikir politik Rancière pernah menulis sebuah buku dengan judul Le Maître ignorant, ”kepala sekolah yang tak tahu apa-apa”. Rancière menampilkan pengalaman Joseph Jacotot, seorang guru di abad ke-19 yang menunjukkan bahwa mengajar adalah konsep yang salah: tak ada guru yang lebih pandai ketimbang murid. Tak mengherankan bila baginya, gagasan ”mendidik” kaum papa, bahkan ”mewakili” mereka, adalah agenda yang hanya melanjutkan ketimpangan kekuasaan. Pada 16 Oktober 2012, di Universitas San Martin di ibu kota Argentina, Rancière mengemukakan teorinya tentang demokrasi—dan keyakinannya bahwa asas perwakilan yang kini dipraktekkan di negeri-negeri demokrasi ”sepenuhnya berintegrasi dengan mekanisme oligarki”.

Yang diperlukan sekarang, katanya, adalah ”sebuah gerakan aksi yang kuat yang merupakan wujud kekuasaan, yang merupakan kekuasaan setiap orang dan siapa saja”. Ada semangat anarki yang sehat dalam pemikiran ini—tapi juga ada pertanyaan yang membuat lubang di dalamnya: bagaimana ”aksi yang kuat” itu dapat jadi mekanisme kekuasaan, jika tanpa organisasi, tanpa struktur, tanpa pemimpin yang mewakilinya? Pada akhirnya, kita kembali ke problem klasik yang tak mudah diselesaikan. Konon Gramsci, tokoh komunis Italia yang dipenjara kaum Fasis itu, berbicara tentang subaltern lantaran ia lihat ketimpangan garis yang dipilih Lenin, ketika membentuk organisasi Partai yang berbicara atas nama proletariat. Proletariat tak serta-merta mewakili yang miskin. Dan Partai Komunis tak serta-merta mewakili proletariat. Pada akhirnya pandangan itu terbukti. Tapi hanya sesekali kaum miskin lepas dari posisi seperti dewa-dewa yang malang, yang suaranya hanya terdengar dalam gema

Kamera Terbaik untuk Fotografer Pemula

Net89 – Canon IXUS 160, IXUS 170 Canon tidak tanggung-tanggung dalam memperkenalkan jajaran kamera miliknya, setelah model PowerShot kini Canon memperkenalkan dua model kamera pocket terbaru dari seri IXUS mereka. Diberi nama IXUS 160 dan IXUS 170, kedua kamera ini dikemas dalam desain yang trendi, ramping, ringan, dan pas ketika dimasukkan ke dalam saku. IXUS 170 memiliki optical zoom 12x dengan rentang 25-300mm, sementara IXUS 160 menampilkan 8x optical zoom dengan rentang 28-224mm

Sony FE 28mm, Zeiss Distagon T 35mm, dan FE 90mm

Sony secara resmi memperkenalkan tiga lensa terbaru mereka. Ketiganya adalah Sony FE 28mm, Zeiss Distagon T 35mm, dan terakhir lensa makro Sony FE 90mm. Sony FE 28mm merupakan lensa wide-angle prime yang dilengkapi dengan sembilan pisau aperture secara melingkar, ditambah aperture maksimal mencapai f/2.0. Tidak hanya itu model ini juga dilengkapi dengan tiga aspherical dan dua elemen ED serta multi-coated surface. Lensa ini menggunakan advance linear actuator yang mampu menjadikan kerja fokus lebih tenang. Sony FE 28mm juga mendukung konversi wide-angle dan fish-eye. Sedangkan Zeiss Distagon T 35mm, juga dilengkapi dengan sembilan pisau aperture di dalamnya, ditambah dengan tiga unsur aspherical dan juga lapisan Zeiss T. Lensa ini dibekali dengan system focus Direct Drive SSM yang menjadikan kerja fokus lebih cepat dan tenang, terutama pada aperture maksimal f/1.4. Terakhir adalah Sony FE 90mm, berbeda dengan dua lensa sebelumnya, model ini adalah model lensa makro dengan optick stabil yang disandingkan dengan system focus Direct Drive SSM. Lensa ini memiliki jarak fokus minimum sebesar 28cm dengan pebesaran 1:1. Feature lain dari lensa makro yang satu ini adalah tombol fokus, serta cincin fokus yang bergeser untuk menentukan penggunaan auto atau manual.

Kriteria Ideal untuk rumah Mungil

Agar furnitur tanam dapat menjalankan fungsinya dengan baik di rumah mungil, perhatikan kriteria berikut sebelum merancangnya.

1. Fungsional Utamakan fungsi furnitur tanam di atas nilai estetikanya. Tentukan dulu fungsi furnitur tanam sebelum merancangnya, sehingga desain dan kekuatannya bisa disesuaikan kebutuhan.

2. Efektif Manfaatkan ruang kosong yang jarang digunakan, misalnya membuat lemari setinggi plafon, sehingga fungsi penyimpanannya maksimal. Selain itu, buatlah furnitur yang ukurannya ramping, namun tetap dapat berfungsi dengan baik.

3. Produsen Tepat Agar tak menyesal belakangan, pilih model, bahan dasar, fnishing, dan warna yang cocok dengan desain ruangan. Bandingkan penawaran dari beberapa produsen untuk mendapatkan harga dan kualitas terbaik.

Kelebihan • Mengikuti bentuk ruangan, sekalipun tidak presisi. •               Tidak ada area terbuang karena bisa dibuat sesuai kebutuhan ruang. • Desain dan material bisa sesuai selera dan bujet. • Tampilan ruangan bisa lebih rapi dan bersih.

Kekurangan • Tidak bisa dipindah-pindah. • Harga tergantung produsen. • Butuh waktu pembuatan. • Hasil bisa meleset dari harapan

Furnitur Tanam Tampil Pas Dan Ringkas

bentuknya yang praktis dan ukurannya yang presisi dengan ruangan, membuat furnitur tanam cocok diaplikasikan di rumah mungil. Jika Anda mengidamkan interior rumah yang rapi dan bersih, furnitur tanam (built-in) bisa menjadi solusi terbaik. Menurut arsitek Erwin Hawawinata dari Hawawinata & Associates, furnitur tanam didefnisikan sebagai furnitur yang dibuat menyatu dengan rumah, biasanya dipasang dengan sistem bongkar pasang (knock down).

Baca juga : Distributor Genset 500 kva di Tangerang

Furnitur tanam menempel pada bangunan, baik pada dinding, lantai, maupun plafon, sehingga terasa lebih ringkas dan hemat tempat. Selain itu, bentuknya bisa disesuaikan dengan bentuk ruangan karena ukurannya lebih spesifik dan pas. Di rumah mungil, furnitur tanam bisa diletakkan di area dengan aktivitas padat untuk menunjang fungsi sebagai penyimpanan.

Untuk ukuran furnitur yang besar dan minim mobilisasi, kita bisa menggunakan sistem tanam agar lebih kompak dan kokoh. Beberapa jenis furnitur rumah yang cocok menggunakan sistem tanam adalah rak televisi, lemari buku, kitchen set, dan lemari pakaian. Namun tak menutup kemungkinan, sistem tanam ini diaplikasikan juga pada seperti meja kerja ataupun ranjang, asalkan tak perlu dipindah-pindah dalam keseharian.

“Furnitur tanam juga biasanya memanfaatkan ruang-ruang mati,” Erwin melengkapi. Bentuknya yang ?eksibel dan bisa mengikuti ukuran ruangan, membuat furnitur tanam dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan pada area yang sulit diisi furnitur, misalnya lorong, dinding bagian atas, atau sudut yang jarang digunakan untuk beraktivitas.

Sediakan ruang untuk Perbaikan

Furnitur tanam bisa ditambahkan lampu. Untuk memudahkan perbaikannya, buatlah instalasi roda untuk menggeser furnitur. Saat dibutuhkan, furnitur bisa digeser menjauhi dinding agar perbaikan bisa dilakukan jika ada lampu atau salah satu bagian yang rusak.

Furnitur Modular, Bisa Ditambah-tambah

Furnitur modular bisa ditambah sesuai kebutuhan, sehingga sangat ?eksibel dalam menjalankan fungsinya di rumah mungil. Furnitur modular biasanya berbentuk modul yang bisa berdiri sendiri sebagai furnitur, tapi juga bisa disambung dengan modul lainnya saat dibutuhkan. Jenis ini bisa ditempel ke tembok, atau diletakkan di lantai sebagai furnitur lepasan. Furnitur modular tersedia di pasaran dalam berbagai bentuk, seperti ambalan, rak buku, lemari kecil, hingga kursi.

Tips Jeli Sebelum Membeli

Di bawah ini adalah beberapa tip sebelum membeli furnitur lepasan.

• Perhitungkan bentuk ruang agar nantinya tidak terlihat janggal. Contohnya, sofa yang menjorok ke luar dari batas ruang sehingga mengganggu pintu untuk sirkulasi orang.

• Furnitur lepasan ukuran besar, sistem knock down, bisa jadi solusi karena dirakit ketika sampai di ruangan.

• Furnitur lepasan beroda bisa menjadi solusi keterbatasan ruang karena bisa digeser ke tempat lain ketika tidak digunakan.

• Untuk menambah estetika ruang, tentukan salah satu furnitur untuk berperan sebagai focal point, sedangkan furnitur lainnya sebagai penyeimbang.

Meja beroda ini termasuk furnitur lepasan yang multifungsi, sebagai meja penyajian sekaligus ruang penyimpanan. Karena beroda, mobilitasnya bisa memenuhi kebutuhan di berbagai ruang, yaitu ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, dan dapur.

Furnitur Lepasan Praktis Dan Langsung Pakai

Praktis dan mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan. Itulah alasan memilih furnitur lepasan untuk sebuah rumah mungil. Furnitur yang tidak terikat pada elemen pembentuk ruang yaitu lantai, dinding, dan plafon sehingga bisa dipindah-pindah untuk memenuhi fungsi yang ingin dicapai. Demikian pendapat Iqra Firdausi, yang akrab dipanggil Daus, desainer interior Soseki Design Studio, tentang funitur lepasan atau loose furniture.

Baca juga : Distributor genset 350 Kva di Semarang

Furnitur jenis ini memang praktis untuk digunakan pada rumah mungil. Beragam desain furnitur tersedia di toko furnitur dan Anda bisa mencoba kenyamanannya. Namun, Ina Rachmawati, Desainer interior Ina House mengingatkan, jangan lupa memperhatikan kesesuaian material, bentuk, ukuran, dan warna. “Antara satu furnitur dengan yang lain jangan saling bentrok. Juga, karena belinya ngacak, kita harus cermat memadukannya agar terhindar dari kesan seperti tambal sulam,” kata Ina.

Juga jangan memilih furnitur lepasan hanya berdasarkan ukurannya yang lebih kecil agar muat di ruang mungil. “Jika ukurannya dikecilkan, akan mengurangi kenyamanan ketika digunakan,” ujar Daus. Sedangkan menurut Erwin Hawawinata, arsitek dari Hawawinata & Associates , ukuran kadang harus disesuaikan sejauh tidak ada masalah dengan fungsi dan pemakainya. Jadi, siapa yang akan memakai tetap menjadi pertimbangan faktor terpenting.

Kriteria Ideal untuk Rumah Mungil

Ruang mungil akan terkesan luas karena desain furnitur lepasan yang dipilih terkesan ringan. Perhatikan 3 kriteria berikut ini. ramping Furnitur yang ramping akan menghadirkan kesan luas. Pilihlah meja dan kursi yang berkaki ramping namun kuat sehingga seperti terangkat dan terkesan ringan. Minim Detail Utamakan fungsinya dan pilihlah furnitur lepasan yang minim detail atau yang tidak banyak lekukan dan prof l pada desainnya.

Warna Pilihlah furnitur berwarna senada dengan warna dinding sehingga menciptakan ilusi bahwa keberadaannya seolah tersamar. Warna kontras dapat ditambahkan sebagai aksen ruang. Sofa berwarna berani untuk kesan kontras pada ruang. walau sandarannya tinggi dan tebal namun tetap terlihat ringan karena berkaki dengan material metal mengilap.

Material Ringan

Kesan luas pada ruang mungil juga bisa dibangun berkat pemilihan material yang terkesan ringan. Tampaknya sepele, tetapi lihatlah perbandingannya jika telah diaplikasikan. Kaca yang Transparan Furnitur berbahan kaca atau akrilik yang transparan memungkinkan pandangan kita tak terhalang ke dinding dan lantai sehingga secara visual, ruang terasa lebih lega. Metal yang Mengilap Kilap pada metal juga memiliki efek ringan, contohnya, kursi kawat jaring berbahan metal terlihat sportif dan meluaskan ruang. Furnitur berkaki metal juga terkesan lebih ringan.

Jenis Furnitur yang Cocok

Lalu, furnitur seperti apa yang cocok untuk rumah mungil? Menurut Nicolaus Aji, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

1. Bentuk yang baik dan layak untuk perumahan sederhana.

2. Multifungsi (memiliki banyak fungsi).

3. Awet (tingkat ketahanan yang cukup lama, tidak mudah rusak).

4. Murah dan sesuai kebutuhan.

5. Praktis (mudah perawatan, mudah dibersihkan). 6. Fleksibel (mudah dilipat, digeser, dipindah tempat, mudah beradaptasi, mudah dipasang, misal: furnitur knockdown).

7. Scalable (sesuai untuk ruang yang tidak terlalu besar).

8. Pertimbangan-pertimbangan lain, seperti model, jenis material, harga, kebutuhan, keindahan, dan kekuatan.

Beli jadi atau pesan?

Ada 2 cara untuk mendapatkan furnitur pada rumah mungil, yaitu beli jadi dan pesan. Seperti apa kelebihan dan kekurangan masing-masing cara? Ini penjelasannya.

Beli Jadi

Kelebihan : Harga bisa lebih murah. Lebih cepat mendapatkannya.

Kekurangan : Seringkali ukuran dan bentuknya tidak pas dengan ukuran ruangan. Desainnya tidak bisa diubah.

Memesan (Custom)

Kelebihan : Jenis bahan bisa dipilih. Ukuran dan bentuk furnitur bisa menyesuaikan dengan ukuran dan bentuk ruang. Desainnya bisa disesuaikan dengan selera penghuni dan nuansa ruangan.

Kekurangan : Butuh waktu lebih lama untuk mendapatkannya. Finishing sering tidak sesuai dengan yang diharapkan. Harga lebih mahal dibanding membeli eceran.

Furnitur Rumah Mungil Pilih Yang Pas, Tata Yang Tepat

Furnitur adalah salah satu unsur dalam interior rumah yang memegang peranan utama dalam memberi ”ilusi” lega atau sempit. Karena itu, Anda harus memilih dan menata furnitur dengan bijak. Hunian berukuran mungil tampaknya kini mulai menjamur di kota-kota besar seluruh dunia. Ini disebabkan harga rumah di wilayah tersebut cukup mahal, sehingga banyak orang yang hanya mampu membeli rumah berukuran mungil.

Baca juga : Distributor Genset 500 kva di Makassar

Meski tinggal dalam hunian mungil, bukan berarti Anda sulit memperoleh kenyamanan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengubah tampilan ruangan berukuran mungil menjadi lebih baik dan nyaman dihuni. Yang utama adalah tepat dalam memilih dan menata furnitur.

Yang Perlu Dipertimbangkan

Mengapa memilih furnitur untuk rumah mungil itu penting? Ini disebabkan furnitur memberi kontribusi besar terhadap ”ilusi” lega atau sempit sebuah ruangan, terlebih pada ruangan mungil. Karenanya, sebelum membeli ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Raden Mas Nicolaus Aji, desainer interior yang tinggal di Bandung, mengatakan ada 5 faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih furnitur untuk rumah tinggal.

1. Dimensi atau besaran ruang. Sebaiknya sesuaikan ukuran furnitur dengan besaran ruangan.

2. Jumlah penghuni rumah. Makin banyak jumlah anggota keluarga, makin banyak juga furnitur harus dibutuhkan.

3. Fungsi ruang. Setiap ruangan dalam rumah membutuhkan jenis furnitur berbeda. Di ruang tidur misalnya, yang dibutuhkan biasanya tempat tidur dan lemari. Ruang keluarga tentu membutuhkan furnitur yang berbeda dengan ruang tidur.

4. Kebiasaan pengguna ruangan. Kebiasaan setiap individu berbeda, maka kebutuhannya pun akan berbeda. Setiap individu cenderung memiliki selera estetis yang berbeda.

5. Bujet atau biaya. Saat ini tersedia berbagai macam model furnitur dengan harga bervariasi. Anda bisa memilih sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Empat Jenis

Dari semua jenis furnitur yang ada di pasaran, ada 4 jenis furnitur yang sesuai dengan rumah berukuran terbatas. Keempat furnitur tersebut adalah furnitur lepasan (loose furniture), furnitur lipat, furnitur multifungsi, dan furnitur built-in. Masing-masing furnitur tersebut memiliki kriteria tersendiri, sehingga bisa pas mengisi ruang mungil Anda. Selain furnitur yang tepat, penempatan furnitur di dalam ruang juga harus diperhatikan. Jika penempatannya asal-asalan, furnitur yang sudah dipilih dengan baik ini tak akan optimal mengisi ruang. Malah, dapat membuat ruang terasa sesak. Karena itu, di rubrik Sudut kali ini kami akan membahas cara memilih furnitur yang tepat, sekaligus menatanya dengan benar.

Mi Kuah Pedas Untuk 4 porsi

Bahan: 200 gram mi telur, diseduh, ditiriskan 1 buah paha ayam fillet, dipotong kotak 1 1/2cm 5 buah bakso sapi, diiris bulat 4 tangkai caisim, dipotong-potong 2 lembar kol, diiris kasar 1 batang daun bawang, dipotong 1/2 cm 1.250 ml kaldu ayam 1 1/2 sendok makan saus sambal 2 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk 2 sdm minyak goreng digunakan untuk menumis

Bumbu halus: 1 sendok teh ebi, diseduh, disangrai 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 10 buah cabai merah keriting 3 buah cabai merah besar 6 buah cabai merah rawit

Bahan pelengkap: 3 butir telur rebus, dibelah dua 2 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan 2 batang seledri, diiris halus untuk taburan

Cara membuat: 1. Tumis bumbu halus sampai harum. 2. Masukkan ayam dan bakso sambil diaduk hingga berubah warna. 3. Tuang kaldu. Masak sampai mendidih. Tambahkan caisim, kol, dan daun bawang. Masak sampai matang. Masukkan kaldu ayam bubuk, gula, garam,dan saus sambal. Aduk rata. 4. Masukkan mi. Aduk asal menyebar. Angkat. 5. Sajikan bersama bahan pelengkap.

Lebih Personal di Area Mezanin

Siapa bilang lahan sempit tidak bisa menghasilkan banyak ruang? Dengan beberapa trik arsitektur, sisa-sisa lahan bisa dimanfaatkan dengan lebih maksimal. Memiliki rumah dengan plafon tinggi terkadang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para penghuni rumah. Memang plafon tinggi akan memberi manfaat tersendiri, misalnya membuat ruang terasa sejuk.

Bila lahan Anda sempit, hal ini bisa menjadi inspirasi untuk membangun satu ruang tambahan di sana, misalnya dengan membuat lantai mezanin. Pemilik rumah dapat menjadikan area mezanin ini sebagai ruang menyalurkan hobi, seperti yang dilakukan Franky Foe di rumahnya yang terletak di bilangan Bojongkoneng, Bandung ini.

Railing Sekaligus Rak Penyimpanan, Pada umumnya railing terbuat dari besi atau beton, namun railing ini didominasi material kayu pinus. Railing ini tidak hanya berfungsi sebagai pengaman tapi juga sebagai area penyimpanan, karena terdapat rak-rak tersembunyi di sana.

Besi Penopang Plafon, Rangka besi terlihat kokoh berjejer di atas plafon. Besi ini pun dipilih karena memberi kesan ringan dan ?eksibel dalam hal pengerjaannya. Kehadiran besi ini selain sebagai penopang, juga memberikan nilai estetika tersendiri sehingga plafon tidak sekadar putih dan monoton.

Lantai Kayu , Material lantai kayu dipilih karena bahannya yang ringan dan memberikan kesan alami. Lantai ini juga akan memberikan kesan hangat dan nyaman.

Minim Furnitur, Area ini digunakan pemiliknya untuk menyalurkan hobi dan area ngobrol santai, sehingga tidak perlu banyak furnitur seperti sofa atau kursi. Cukup lesehan dan kesan lapang pun akan lebih terasa.

Tips

Saat membuat mezanin, hal yang perlu diperhatikan adalah jarak antara lantai mezanin dengan plafon. Jarak ini biasanya tergantung pada suhu rata-rata di lokasi. Bila suhu tinggi (kawasan dengan udara panas), maka jarak plafon bisa dibuat lebih tinggi. Namun, jarak minimal lantai dengan plafon adalah 2m.

Selain itu juga untuk menjaga kenyamanan didalam rumah tentu perlu adanya sebuah genset. Harga genset yang murah untuk rumah tangga bisa didapatkan melalui Distributor Genset 500 Kva di Balikpapan. Yang selalu memberikan potongan harga serta garansi resmi untuk setiap pembelian unit baru.