Membangun Rumah Asimestris Tak Lupa dengan Genset Bali

Membangun Rumah Asimestris Tak Lupa dengan Genset Bali – Ruang yang bentuk dan ukurannya proposional lebih mudah diolah. Biasanya, penataan dilakukan dengan menerapkan keseimbangan pada sisi kanan dan kiri ruang, sehingga terlihat simetris dan rapi. Namun bagi sebagian orang, penataan simetris dianggap membosankan. Sehingga, tanpa adanya permasalahan pada bentuk, sebuah ruang kadang sengaja diolah tidak sejajar atau asimetris agar terlihat berbeda.

Menurut Iqra Firdausi, desainer interior dari Soseki Design and Build, penataan seperti ini adalah sebuah kreativitas. Desain asimetris justru menawarkan sesuatu yang menarik agar ruang terkesan fun, kasual, dan lebih hidup. Sedangkan menurut desainer interior Septian Sukiwan, penataan yang asimetris justru akan membuat ruang terlihat dinamis. Berpatokan pada Keseimbangan Menurut Firdausi atau biasa dipanggil Daus, walau diolah secara asimetris, kunci penataan ruang tetap pada keseimbangan. “Karena, jika tanpa keseimbangan maka desain asimetris akan seperti ‘kapal pecah’”, kata Daus menegaskan.

Caranya, ciptakan keseimbangan dengan membagi ruang tersebut secara imajiner ke dalam dua bagian yang berbeda. Dengan cara demikian, kesan asimetris akan lebih mudah diolah. Desain asimetris akan menimbulkan kesan ketidakseimbangan pada sisi kanan dan kirinya. Contohnya, pada desain simetris, tempat tidur diletakkan di tengah ruang diapit oleh dua buah nakas pada kanan dan kirinya sehingga terlihat seimbang. Sedangkan pada desain yang asimetris, tempat tidur bisa diletakkan di pinggir, menempel pada dinding, seperti contoh desain ruang tidur ini.

Pada ruang tidur berukuran 4m x 5m ini, karena tempat tidurnya menempel pada dinding ruang sebelah kanan, maka di sisi kiri terbentuk dinding luas yang dapat diolah secara maksimal untuk furniturnya. Permainan Komposisi Septian menambahkan bahwa material, tekstur, dan warna juga berperan penting. Ketiga elemen ini bisa dimainkan komposisinya agar tercipta kesan asimetris yang dinamis. Contohnya pada tempat tidur multifungsi warna putih berlatar belakang dinding merah ini. Pada headboardnya dibuat beberapa rongga dengan posisi yang tidak saling sejajar. Demikian juga pada lemari pakaian. Pada ketiga penutupnya sengaja dibuat garis-garis yang tidak sejajar sehingga terciptalah garis gerak yang dinamis ketika pintu dibuka atau ditutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *